Selamat Datang Di HajiUmrohTour.Top.

HajiUmrohTour.Top merupakan marketing program-program PT WIFA Tour dan Travel, dimana Perusahaan ini melayani Umroh, Haji, dan Tour baik Domestik maupun Manca Negara.

WIFA Tour dan Travel berusaha menghadirkan pembimbing-pembimbing ibadah yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk ibadah umrah dan haji, sehingga kami berusaha memberikan bimbingan sejak sebelum berangkat ,pada saat pelaksanaan dan pasca ibadah haji dan umroh, sebagai bentuk tanggungjawab kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang Anda jalani telah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Seiring perjalanan yang cukup panjang dan keinginan untuk selalu memperbaiki layanan yang diberikan. WIFA Tour dan Travel telah mendapat banyak kepercayaan dari jamaah untuk dapat membantu jamaah dalam menjadikan perjalanan spiritualnya menjadi lebih bermakna dan berkesan.

Hormat kami,


Tim Marketing
Perwakilan Kemayoran Jakarta Pusat

Rabu, 27 November 2019

Heboh Umroh Digital

Umroh Digital, wow apaan tuh? Umroh kan ada syarat rukunnya, kok di buat digital? Sholatnya dibuat digital, thowafnya digital, begitu? Oh bukan begitu teman-teman,…

Begini ceritanya bro,.Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerja sama ekonomi digital. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bersama Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alswaha. Ini saya kutip dari laman www. kominfo.go.id loch.

Rencananya, Pak Mentri akan menggandeng unicorn yang selama ini kita kenal, tokopedia dan traveloka.
"Kami bangga dapat menghadirkan dua unicorn dari Indonesia, Tokopedia dan Traveloka. Saya percaya ini adalah awal dari kolaborasi kita di ekonomi digital untuk mendukung Visi 2030 Arab Saudi dan juga visi Indonesia yang merupakan ekonomi digital terbesar di ASEAN," jelas Rudiantara. Demikian kata Pak Mentri. (www.kominfo.go.id)

Nah, yang bikin heboh adalah rencana masuknya dua unicorn tersebut dalam bisnis umroh, apakah mereka akan menjadi penyelenggara umroh juga? Selama ini kan baik tokopedia maupun traveloka adalah penyedia marketplace, berarti akan melanggar ketentuan penyelenggaraan umroh, jika mereka tiba tiba menjadi penyedia jasa perjalanan umroh. Sementara, dari sudut pandang PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) semacam Travel Umroh gitu, untuk bisa mendapatkan Izin sampai bisa operasioanal sudah menempuh perjalanan panjang dan berliku. Lha kok tiba tiba Traveloka dan Tokopedia muncul, seolah difasilitasi pemerintah untuk menjadi penyelenggara perjalanan umroh..nah disini letak permasalahannya.Kok tidak adil?

Hal ini sudah sampai di DPR, salah satunya Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi menyatakan ada keresahan yang timbul akibat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memfasilitasi dua perusahaan teknologi skala unicorn, Traveloka dan Tokopedia, membuka aplikasi penyelenggaraan umrah. Maka dari itu, DPR akan memanggi Kominfo untuk klarifikasi masalah ini. ini saya kutip dari https://www.cnnindonesia.com/

Namun tunggu duluuuuu ya, ternyata Kemenag  sudah mengambil langkah yang tepat, Kemenag ingin menyamakan persepsi, terkait inisiatif Kemkominfo mengembangkan umrah digital. Kemenag menekankan semua pihak terkait untuk mematuhi regulasi, dalam hal ini UU No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji yang baru disepakati Pemerintah dan DPR. Al hasil   ada kesepahaman pengembangan umrah digital harus berangkat dari prinsip penyelenggaraan umrah dilakukan oleh PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah). Traveloka maupun Tokopedia tak akan menjadi penyelenggara umrah. Komitmen ini juga berlaku bagi unicorn lainnya.

"Umrah digital dikembangkan dengan semangat meningkatkan standar manajemen sesuai kebutuhan masyarakat di era digital. Karenanya, PPIU juga dituntut untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi informasi," ujar Arfi, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag.Lagi lagi ini juga saya kutip dari https://www.viva.co.id/

Sudah jelas kannn? Jadi, nantinya Traveloka dan Tokopedia hanya menyediakan marketplace saja. Berarti unicorn yang lain bisa juga kan?...Kita tunggu realisasinya.

Ayooo beribadah umroh silahkan klik
Paket Umroh Maret 2020 CashBack 150 Riyal
Paket Umroh Ekslusif Maret 2020




Rabu, 20 November 2019

Pelajaran Dari First Travel

Bekalangan ini umat dihebohkan dengan adanya keputusan Mahkamah Agung RI terkait kasus First Travel. Betapa tidak, kontroversi di kalangan umat mencuat akibat keputusan itu, yaitu disitanya asset First Travel oleh negara.

Tentu saja bak disambar petir, jatuh tertimpa tangga, bagi mereka korban yang dirugikan akibat ulah First Travel, yaitu calon jamaah. Jangankan hati terobati dengan berangkatnya umroh, uang yang sudah mereka setor takkan kembali. Hedeuchhh.

Namun demikian, masih ada secercah harapan bagi para korban First Travel, sebagaimana diberitakan rmol.id tanggal 22 November 2019, Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) berpandangan ada peluang agar para korban mendapat ganti rugi, yaitu memanfaatkan UU 37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU Kepailitan) agar Hakim perkara pidana memiliki sarana memfasilitasi penyaluran hasil sitaan pidana untuk mengganti kerugian yang dialami korban. AKPI akan berusaha mendorong penegakan hukum dengan memanfaatkan UU tersebut.

Sementara kita dengar kabar dari menteri agama, kalau beliau akan membantu korban First Travel. Hal itu terungkap dalam pernyataanya ketika di gedung DPR sebagaimana kami dari kutip dari nasional.kompas.com sbb 'Kita coba inventarisasi, mana yang pantas untuk kita bantu (berangkat haji). Yang kaya-kaya enggak usah dibantu gitu ya. Dia rela aja, kan itu pahala juga, yang pantas dibantu ini kemudian kita bantu untuk kita berangkatkan," kata Fachrul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Dalam lanjutan pernyataanya, Menteri Agama Bapak Fachrul Razi mengatakan,"Mungkin kita minta dia (korban first travel) tambah 8 juta, kemudian akan kami coba susupkan ke beberapa travel, yang selama ini dalam tanda petik sudah punya keuntungan agak banyaklah selama menjalankan haji. Mudah-mudahan bisa kami titip di beberapa tempat," ucapnya.

Namun demikian, penulis merasa ada yang kurang mapan disini, korban First Travel adalah siapa saja yang sudah mendaftar dan membayar umroh ke First Travel, baik itu orang kaya ataupun yang pas pasan. Mereka semua memiliki hak yang sama. Menurut hemat penulis, lebih baik kembalikan saja dana jamaah, tidak perlu negara otak atik dana tersebut. Kementrian agama lebih baik fokus mengurus perbaikan sistem, pemberangkatan umroh dan haji.

Penulis tidak yakin, jika hanya menambah Rp. 8 juta bisa berangkat haji. Pertanyaanya, siapa yang akan menambah kekurangan biaya haji nya? Apakah mau Travel yang di susupkan jamaah First Travel menanggung ribuan korbannya?.Apakah dari kas negara hasil sitaan asset First Travel itu? kalau begitu, bagaimana payung hukumnya sitaan asset dipergunakan untuk pembiayaan jamaah? atau dari APBN?

Kita tunggu saja perkembangannya, penulis berharap ada jalan keluar yang adil bagi jamaah korban First Travel ini.

Bagi sobat yang mau  lihat paket umroh kami silahkan klik link sbb : Umroh Plus Turki