Rabu, 27 November 2019

Heboh Umroh Digital

Umroh Digital, wow apaan tuh? Umroh kan ada syarat rukunnya, kok di buat digital? Sholatnya dibuat digital, thowafnya digital, begitu? Oh bukan begitu teman-teman,…

Begini ceritanya bro,.Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerja sama ekonomi digital. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bersama Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alswaha. Ini saya kutip dari laman www. kominfo.go.id loch.

Rencananya, Pak Mentri akan menggandeng unicorn yang selama ini kita kenal, tokopedia dan traveloka.
"Kami bangga dapat menghadirkan dua unicorn dari Indonesia, Tokopedia dan Traveloka. Saya percaya ini adalah awal dari kolaborasi kita di ekonomi digital untuk mendukung Visi 2030 Arab Saudi dan juga visi Indonesia yang merupakan ekonomi digital terbesar di ASEAN," jelas Rudiantara. Demikian kata Pak Mentri. (www.kominfo.go.id)

Nah, yang bikin heboh adalah rencana masuknya dua unicorn tersebut dalam bisnis umroh, apakah mereka akan menjadi penyelenggara umroh juga? Selama ini kan baik tokopedia maupun traveloka adalah penyedia marketplace, berarti akan melanggar ketentuan penyelenggaraan umroh, jika mereka tiba tiba menjadi penyedia jasa perjalanan umroh. Sementara, dari sudut pandang PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) semacam Travel Umroh gitu, untuk bisa mendapatkan Izin sampai bisa operasioanal sudah menempuh perjalanan panjang dan berliku. Lha kok tiba tiba Traveloka dan Tokopedia muncul, seolah difasilitasi pemerintah untuk menjadi penyelenggara perjalanan umroh..nah disini letak permasalahannya.Kok tidak adil?

Hal ini sudah sampai di DPR, salah satunya Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi menyatakan ada keresahan yang timbul akibat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memfasilitasi dua perusahaan teknologi skala unicorn, Traveloka dan Tokopedia, membuka aplikasi penyelenggaraan umrah. Maka dari itu, DPR akan memanggi Kominfo untuk klarifikasi masalah ini. ini saya kutip dari https://www.cnnindonesia.com/

Namun tunggu duluuuuu ya, ternyata Kemenag  sudah mengambil langkah yang tepat, Kemenag ingin menyamakan persepsi, terkait inisiatif Kemkominfo mengembangkan umrah digital. Kemenag menekankan semua pihak terkait untuk mematuhi regulasi, dalam hal ini UU No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji yang baru disepakati Pemerintah dan DPR. Al hasil   ada kesepahaman pengembangan umrah digital harus berangkat dari prinsip penyelenggaraan umrah dilakukan oleh PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah). Traveloka maupun Tokopedia tak akan menjadi penyelenggara umrah. Komitmen ini juga berlaku bagi unicorn lainnya.

"Umrah digital dikembangkan dengan semangat meningkatkan standar manajemen sesuai kebutuhan masyarakat di era digital. Karenanya, PPIU juga dituntut untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi informasi," ujar Arfi, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag.Lagi lagi ini juga saya kutip dari https://www.viva.co.id/

Sudah jelas kannn? Jadi, nantinya Traveloka dan Tokopedia hanya menyediakan marketplace saja. Berarti unicorn yang lain bisa juga kan?...Kita tunggu realisasinya.

Ayooo beribadah umroh silahkan klik
Paket Umroh Ramadhan Murah
Paket Umroh Maret 2020 CashBack 150 Riyal

Paket Umroh Ekslusif Maret 2020