Kamis, 26 Desember 2019

Kebutuhan Wisatawan Muslim


Kebutuhan Wisatawan Muslim. Baru-baru ini, sangat digencarkan oleh pemerintah Indonesia yaitu wisata halal atau wisata ramah muslim. Hal ini dilakukan untuk “menangkap”animo umat muslim yang semakin tinggi terhadap kegiatan wisata halal. Besarnya animo ini sangat menggiurkan, bahkan negara-negara yang konon berpenduduk muslim sedikit, mereka mengembangkan wisata halal, seperti Japan, Thailand dan Singapore, bahkan Inggris.


Pengembangan wisata halal ini, tentu ditujukan agar bisa “memanjakan” wisatawan muslim agar mudah mendapat fasilitas-fasiltas yang dibutuhkan ketika mereka berwisata. Secara umum, wisatawan muslim membutuhkan makanan halal, tempat ibadah,tempat bersuci,aman dari kegiatan maksiat, penginapan yang aman dari maksiat, mudah berbuka dan sahur ketika puasa.

Makanan halal dan thoyib.
Makanan halal dan thoyib adalah urusan penting bagi umat muslim. Muslim meyakini bahwa jika masuk makanan yang haram dalam tubuh, maka doanya akan diabaikan oleh Alloh swt selama 40 hari dan menjadi bahan bakar api neraka.Maka dari itu mereka sangat memperrhatikan faktor makanan ini.

Makanan halal yaitu semua jenis makanan yang tidak diharamkan secara syariat. Alloh mengharamkan bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih bukan karena Alloh. Juga daging binatang buas lain seperti daging anjing, kucing dll. 

Makanan halal juga tidak boleh tercemar berbagai zat dari turunan barang-barang haram, seperti makanan yang diolah dengan menyertakan zat dari babi.

Demikian pula dengan minuman. Minuman yang dilarang agama adalah berbagai jenis khomr dan narkoba.

Selain halal, makanan perlu pula thoyyib, artinya baik untuk kesehatan. Makanan yang tersedia di obyek wisata halal harusnya yang toyyib, seperti memenuhi standar gizi, tidak expired, segar, memenuhi standar kebersihan, tidak tercemar bahan berbahaya. Pendek kata, makanan dan minuman yang telah ada sertifikasi ijin edar dari badan BPOM Kementrian kesehatan.

Tempat ibadah.
Tempat ibadah bisa berupa musholla atau masjid. Wisatawan muslim membutuhkan tempat ibadah. Karena umat muslim harus sholat sebanyak 5 kali sehari dalam kondisi apapun. Seseorang yang sedang sakitpun, bahkan sekarat asal masih sadar, masih wajib untuk sholat, walaupun hanya dengan mengedipkan mata, apalagi berwisata, dalam keadaan sehat dan senang.
Tempat ibadah lebih bagus jika dan mudah dijangkau.

Tempat bersuci.
Tempat bersuci adalah hal penting bagi umat muslim, karena dalam kepercayaanya, pakaian dan badan harus suci dari najis. Untuk mensucikan, perlu air.
Yang dimaksud  adalah toilet yang mengalirkan air, sebab, cara membersihkan najis adalah dengan air yang mengalir. Penulis pernah buang air kecil di sebuah perkantoran elit di Jakarta, kebetulan mendapati tempat kencing yang berdiri, penulis kebingungan mau bersihin air kencing yang masih menempel, karena air tidak mau keluar, dan keluar dengan deras setelah meninggalkan kloset tadi. Nah, toilet yang begini mempersulit untuk bersuci. Sebaiknya toilet dirancang untuk mudah mengalirkan air.

Aman dari kegiatan maksiat.
Wisatawan muslim sangat tidak nyaman apalagi membawa keluarga, jika mendapati perjudian, tarian telanjang, dan kegiatan maksiat lain. Maka, kegiatan ini harus dihilangkan dari destinasi wisata halal. Demikian pula di penginapan, atau hotel, hostel, dan sejenisnya.

Memudahkan berbuka dan sahur ketika berpuasa.
Tentu  hal ini akan membuat nyaman wisatawan muslim. Waktu berbuka adalah waktu istimewa, terutama saat bersama keluarga. Demikan pula waktu sahur. Selain menjalani sunnah, kebersamaan keluarga bisa terbangun disaat berbuka dan sahur.