Rabu, 15 Januari 2020

Awas Biaya Umroh Naik


Biaya umroh naik. Pada bulan September 2019 lalu, pemerintah Arab Saudi menghapus ketentuan Visa Progresif SAR2000. Perlu diketahui, Visa Progresif diberlakukan untuk penerbitan visa yang kedua, ketiga dan seterusnya. 
Dengan dihapusnya ketentuan Visa Progresif tersebut,  diberlakukannya aturan baru berupa Government Fee sebesar SAR 300 (sekitar Rp. 1.100.000,-) bagi setiap Visa yang diterbitkan, tanpa melihat Visa  kedua, ketiga dan seterusnya. Tentu saja hal ini membuat Biaya Paket Umroh naik.

Kejutan berikutnya, per  tanggal  1 Januari 2020 lalu, diberlakukan Asuransi Visa umroh 2020 / Asurani Perjalanan Umroh sebesar SAR 189 (Sekitar  Rp. 750.000,-). Karena asuransi ini diwajibkan, maka dipastikan Biaya Paket Umroh naik di tahun 2020 ini. Dengan demikian, terjadi dobel asuransi dengan asuransi yang sudah diberlakukan  Kemenag.

Dalam release ampuri.org, terkait adanya penambahan biaya berupa asuransi ini, Kabid Umroh AMPHURI, Islam Alwaini menyampaikan bahwa pihaknya tidak ada pilihan selain mengikuti aturan yang dikeluarkan Saudi tersebut. Memang, dengan biaya sebesar SR 189 tersebut bisa jadi menjadi beban baik para penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) maupun jamaah. “Kalau menurut saya pribadi dengan biaya 189 riyal atau 52 dollar ini sangat tinggi, meskipun masa berlakunya satu bulan, tapi mau bagaimana lagi,” kata Islam.  “Paket umrah di Indonesia rata-rata 9 hari perjalanan, seharusnya ada pilihan,” imbuhnya.

Pendapat penulis, mesti ada pilihan masa berlaku asuransi 15 hari, mengingat kebanyakan paket umroh yang di release PPIU di Indonesia rata-rata 9 - 15 hari, sehingga biaya asuransi lebih murah dan otomatis biaya paket umroh lebih hemat. Organisasi semacam Amphuri, bisa mengkomunikasikannya dengan Kemenag agar disampaikannya usulan seperti ini kepada pemerintah Saudi.



0 comments:

Posting Komentar